Secara umum, kecerdasan itu milik akal manusia. Seorang yang pintar berhitung atau matematika sering disebut orang cerdas. Akan tetapi, sebenarnya akal manusia memiliki kemampuan lebih dari sekadar
itu. Kecerdasan akal atau mental ialah kemampuan untuk menganalisis, menentukan hubungan sebab-akibat, berpikir secara abstrak, menggunakanbahasa, memvisualkan sesuatu, dan memahami sesuatu.Dengan kecerdasan akal atau mental, manusia dapat mengembangkan kemampuannya dan kehidupannya. Berbeda dengan kecerdasan tubuh yang dimiliki manusia sejak lahir, kecerdasan akal ini perlu dikembangkan atau ditingkatkan terus menerus. Coba renungkan. Ketika masih balita, belum memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitungatau menjelaskan sesuatu. Sekarang kamu bisa melakukan semua itu, karena kita memiliki kecerdasan mental atau kecerdasan otak.
Kecerdasan Emosi atau Perasaan (Emotional Quotient/EQ)
Kecerdasan emosional ialah pengetahuan mengenai diri sendiri, kesadaran diri, kepekaan sosial, empati, dan kemampuan untuk berinteraksi secara baik dengan orang lain. Kecerdasan emosi merupakan kepekaan mengenai waktu yang tepat, kepatutan secara sosial, dan keberanian untuk mengakui kelemahan, serta menyatakan dan menghormati perbedaan
Kecerdasan emosi ini sering disebut juga kecerdasan yang bersumber pada kemampuan otak kanan. Sementara itu, otak kiri merupakan sumber kecerdasan akal atau mental. Kita harus bisa menyeimbangkan dan menyelaraskan kerja dua belahan otak itu dalam mengembangkan dan memanfaatkannya. Penggabungan selaras antara pemikiran (akal) dan perasaan (emosi) akan menciptakan keseimbangan penilaian dan kebijaksanaan dalam hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar